Cari Blog Ini

Selasa, 22 November 2011

(Inspirasi 3) 10 Orang Sukses yang Berawal dari Kegagalan

1. Adam Khoo

Dia adalah orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.
Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas 4 SD, ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh 6 SMP terbaik di sana.
Akhirnya ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.
Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki 4 bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta. Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

2. Albert Enstein

Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.

3. Aristotle Onassis

Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya.
Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.

4. Thomas Alva Edison
Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya pun membaca kertas tersebut yang berisi, "Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah." Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, "anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia."
Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.
Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.

5. Chris Gardner

Sudah pernah nonton film atau baca buku "The Pursuit of Happyness"? Itulah kisah nyata kehidupan Christoper Paul Gardner yang diperankan oleh Will Smith. Pahit manisnya kehidupan tampaknya sudah dirasakan olehnya. Kehilangan tempat tinggal, ditinggal istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar kredit, semuanya sudah dirasakan. Dia bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi, tapi dia terus berusaha dan berjuang. Kini dia menjadi seorang milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan filantropis. Sekarang dia mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.

6. Ludwig Van Beethoven

Jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil yang telah mempunyai 8 anak, 3 di antaranya tuli, 2 buta, 1 mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis termahsyur di dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven.
Ketika Beethoven berumur di ujung 20an, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak, tapi akhirnya ia menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi.

7. Louis Braille

Louis Braille mengalami kerusakan pada salah satu matanya ketika berusia 3 tahun. Waktu itu secara tidak sengaja dia menikam matanya sendiri dengan alat pembuat lubang dari perkakas kerja ayahnya. Kemudian mata yang satunya terkena sympathetic ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi karena kerusakan mata yang lainnya. Kebutaan tidak membuatnya putus asa, ia menciptakan abjad Braille yang membantu supaya orang buta juga bisa membaca. Sekarang siapa yang tidak tahu Abjad Braille?

8. Abraham Lincoln

Kisah Lincoln merupakan contoh klasik orang-orang yang benar-benar berani gagal.
Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun 1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal memenangkan kontes pembicara pada tahun 1838.
Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.
Akhirnya pada tahun 1860, ia dilantik sebagai presiden Amerika yang ke-16 dan menjadi salah seorang presiden yang sukses dalam sejarah Amerika.

9. Bill Gates

Nah, ada yang tidak kenal Bill Gates? William Henry Gates III, atau yang lebih dikenal Bill Gates adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates.
Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007). Siapa sangka dia dulunya DO dari Harvard dan sebelumnya pernah bekerja sebagai Office Boy.

10. Mark Zuckerberg

Yang satu ini dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri. Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang menyukainya, dengan nekat ia mengikuti jejak seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard untuk mengembangkan situs tersebut menjadi Facebook yang kita kenal sekarang.
Tahukah Anda? Mark pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook 10 juta US$, artinya sekitar Rp. 9,500,000,000 (kurs Rp. 9,500), tawaran dari viacom 750 juta dolar (Rp. 7,125,000,000,000) dan yang paling mengagetkan tawaran dari yahoo sebesar 1 miliar dolar (Rp. 9,500,000,000,000

Sumber : Marketing online

Baca juga :
1. (Inspirasi 2) Jatuh Bangun Bisnis Raja Bolen
2. (Inspirasi 1) Lompatan Kuantum Mantan Karyawan

Sabtu, 19 November 2011

Berpikir Positif Untuk Meraih Sukses

Mengendalikan diri kita untuk selalu berpikir positif memang bukan perkara yang mudah. Terkadang manusia lebih cenderung menggunakan emosi dibandingkan logikanya, sehingga kita lebih sering berpikiran negatif dengan kehidupan kita dan mudah menyerah dengan hambatan-hambatan yang sering menghadang.

Sebenarnya bila kita mau berpikir positif, dipastikan hasil yang diperoleh juga akan positif juga. Ingat, pada prinsipnya apabila kita mengarahkan pikiran kita ke jalan yang positif, maka sikap dan mental kita akan terbiasa melakukan segala hal yang baik dengan cara yang baik pula, sehingga hasil yang diperoleh tentunya juga akan ikut baik.

Namun, meskipun berpikir positif memberikan manfaat yang cukup besar bagi diri kita, tidak semua orang termotivasi untuk mencoba berpikir positif. Sebagian orang beranggapan bahwa berpikir positif tidak akan mengubah kehidupan mereka. Sehingga setiap harinya orang-orang ini hanya akan mengeluh dan merasa tidak puas dengan apa yang didapatkannya saat ini. Bahkan tidak hanya itu saja, seseorang yang berpikiran negatif cenderung menyalahkan orang lain atas kegagalan yang diterimanya. Apa Anda termasuk orang-orang yang demikian?

Untuk menghindarkan diri kita dari pikiran negatif yang akhirnya menghambat kesuksesan yang telah diimpikan. Sebaiknya mari kita perhatikan beberapa tips dan motivasi berikut yang dapat membantu kita mulai belajar berpikir positif.

Motivasi diri Anda untuk selalu optimis

Pikiran positif akan terbentuk ketika kita yakin pada diri kita dan selalu optimis dengan impian-impian yang ingin diraihnya. Biasanya orang yang optimis selalu fokus pada proses pencapaian sukses yang harus diselesaikan, sedangkan orang yang pesimis lebih fokus pada resiko kegagalan yang mungkin didapatkan serta hambatan-hambatan yang menghadang di tengah  perjalanannya. Jadi motivasilah diri Anda agar selalu optimis, sebab keyakinan itulah yang menjadi modal terbesar bagi Anda untuk mencapai sebuah kesuksesan,

Tetapkan tujuan yang ingin dicapai

Dengan menetapkan tujuan yang ingin dicapai, maka secara tidak langsung akan memudahkan Anda untuk belajar fokus mencapai goal (tujuan) dan mulai menyingkirkan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. Mengisi hari-hari kita dengan rencana-rencana positif dan kegiatan nyata yang dapat mendekatkan kita pada tujuan yang ingin dicapai, serta membentengi diri kita dari pikiran negatif yang dapat menurunkan motivasi kita untuk mencapai kesuksesan.

Bersyukur dengan hasil yang kita dapatkan

Biasanya sebagian besar orang langsung berpikiran negatif ketika impiannya belum bisa tercapai. Kebiasaan ini tentunya harus segera Anda hilangkan. Yang perlu Anda ingat adalah " Tidak akan ada akibat jika tidak ada penyebabnya". Jadi sebaiknya lihatlah kegagalan yang Anda hadapi sebagai akibat dari sikap Anda yang belum optimal, karena itu jangan langsung menyerah dengan kegagalan yang didapatkan. Bersyukurlah dengan hasil yang didapatkan saat ini dan belajarlah dari kesalahan yang lalu untuk mencapai kesuksesan yang sempat tertunda.

Biasakan memberikan sugesti positif setiap harinya

Sugesti merupakan kekuatan atau kemampuan mempengaruhi pikiran seseorang. Dengan menanamkan sugesti yang baik setiap harinya, maka kebiasaan berpikir positif akan terbangun dalam diri kita. Dan lambat laun menjadi budaya positif yang akan bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari.

Berpikir positif untuk meraih sukses merupakan modal utama yang sebaiknya kita praktekan dalam kehidupan nyata. Latihlah diri Anda untuk berpikir positif setiap harinya, dan biarkan pikiran positif tersebut membawa Anda menuju impian yang dicita-citakan. Teruslah berkarya dan teruslah bermimpi, salam sukses


Sumber : GaleryUKM

Baca juga :
  1. Memulai Bisnis Bakat Bukan Modal Utama 
  2. Wiraswasta
  3. 5 Alasan Gagal Menjadi Entrepreneur
  4. 5 Penyebab Kegagalan Pelaku Ukm Mencapai Target
  5. Pilih Jadi Karyawan Atau Entrepreneur
  6. Berpikir Kreatif Untuk Meraih Sukses Usaha
  7. Peluang Usaha dengan Menjadi Mitra Usaha " Ayam Bakar Mbak Retno"

Kamis, 17 November 2011

Makan Siang dengan Menu Ayam Bakar Berbagai Rasa


             Nasi + Ayam Bakar berbagai pilihan rasa Ayam bakar Original, Ayam bakar Pedas, dan Ayam bakar Wijen menjadi pilihan menu makan siang Bapak Heri bersama rekan - rekan yang berkantor di TALAVERA Office Park Jakarta Selatan pada hari Jum'at, 18 November 2011. Lalapan segar dan sensasi sambal pedas manis yang menggugah selera juga tak ketinggalan menghiasi nasi kotaknya, dan sebagai pelengkap beliau memesan kering manis kentang dan buah.

Selamat menikmati sajian dari kami.........
               

TERIMA PESANAN :
Nasi Box, Nasi Bakar, Tumpeng, Bakso untuk acara - acara seperti rapat, syukuran, ulang tahun dll

DELIVERY :
No telp : 021-32486784 / 085710103635


Baca juga :

Sabtu, 12 November 2011

Manajemen Waktu Merupakan Awal Sebuah Keberhasilan

Pada dasarnya setiap orang memiliki modal waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Tapi mengapa ada sebagian orang yang dengan aktifitasnya mengaku "sibuk", padahal jadwal kegiatannya "tak sesibuk" orang lain yang jauh lebih padat dan powerfull. Dalam rentang waktu yang sama, bisa jadi 2 orang yang berbeda menghasilkan output yang berbeda, baik jumlah maupun kualitasnya. Mengapa?
Kondisi itulah yang menunjukan bahwa adanya manajemen waktu sangatlah penting dalam pencapaian sebuah keberhasilan. Sebab dengan manajemen waktu yang baik, seluruh kegiatan dapat terjadwal rapi dan semuanya terselesaikan. Langkah apa sajakah yang perlu dilakukan dalam mengatur waktu yang baik dan efektif? Mari kita bahas bersama tips-tips manajemen waktu yang bisa Anda terapkan setiap harinya.

1. Mulailah dengan membuat skala prioritas.

Ketika tugas atau pekerjaan kita menumpuk, waktu 24 jam per hari rasanya tidak cukup untuk menyelesaikan semua tugas tersebut. Untuk itu buatlah skala prioritas pekerjaan manakah yang paling penting dan harus segera diselesaikan, serta pekerjaan manakah yang bisa dikerjakan belakangan. Dengan begitu semua target Anda dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

2. Belajar disiplin dan tidak menunda pekerjaan.

Membiasakan diri untuk disiplin dalam mengerjakan semua pekerjaan, mendorong kita untuk segera menyelesaikannya langsung tanpa harus menunda-nunda. Sebab semakin lama kita menunda sebuah pekerjaan, maka semakin besar pula rasa malas yang kita bangun. Hal inilah yang membuat pekerjaan kita hanya akan menumpuk, tanpa ada yang terselesaikan dengan tuntas. Karena itu membangun disiplin diri menjadi langkah awal bagi Anda untuk bisa sukses menjalankan manajemen waktu yang sudah direncanakan.

3. Buatlah jadwal sebagai alat bantu manajemen waktu.

Salah satu alat bantu yang dapat mengingatkan Anda dengan segala pekerjaan yang harus diselesaikan yaitu jadwal kegiatan Anda. Usahakan Anda memiliki jadwal rencana kegiatan harian, dan pastikan Anda mencantumkan pekerjaan apa saja yang harus Anda selesaikan pada hari itu. Jadi, Anda mengingat setiap pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan dapat mengatur waktunya dengan baik.

4. Upayakan selalu fokus dan tuntaskan setiap pekerjaan Anda.

Mengerjakan lebih dari satu tugas dalam waktu yang bersamaan tentunya tidak akan menghasilkan output yang optimal.  Lebih baik kita fokus untuk menuntaskan satu tugas terlebih dahulu, baru selanjutnya kita mengerjakan tugas berikutnya. Cara ini sangat membantu Anda untuk bekerja secara efektif, sehingga semua tujuan Anda dapat tercapai sesuai dengan target waktunya.

5. Hargailah setiap waktu yang Anda habiskan.

Manfaatkan setiap waktu yang Anda habiskan sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya saja saat jam kerja, maka gunakan tenaga dan pikiran Anda untuk fokus menyelesaikan pekerjaan dan tugas Anda. Begitu juga pada saat jam istirahat, hargai serta manfaatkanlah untuk refresing dan sejenak mengistirahatkan pikiran Anda. Sehingga pada saat masuk jam kerja, pikiran dan tenaga Anda siap digunakan untuk bekerja kembali secara optimal. Dengan menghargai waktu yang Anda miliki sesuai dengan porsinya, maka setiap jam yang Anda lewati akan memberikan manfaat bagi Anda.
Pastikan tidak ada waktu Anda yang terbuang sia-sia, karena manajemen waktu merupakan awal sebuah keberhasilan Anda. Semoga informasi tips bisnis untuk pekan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, selamat berkarya dan salam sukses


Sumber : BisnisUKM

Baca juga :

  1. Memulai Bisnis Bakat Bukan Modal Utama 
  2. Wiraswasta
  3. 5 Alasan Gagal Menjadi Entrepreneur
  4. 5 Penyebab Kegagalan Pelaku Ukm Mencapai Target
  5. Pilih Jadi Karyawan Atau Entrepreneur
  6. Berpikir Kreatif Untuk Meraih Sukses Usaha
  7. Peluang Usaha dengan Menjadi Mitra Usaha " Ayam Bakar Mbak Retno"

Senin, 07 November 2011

(Promo Heboh) Paket Hemat Bakso Balungan / Iga Sapi + Teh Botol : hanya = Rp 12.500,-



                                                
Silahkan datang ke tempat kami :
d.a Jl. Jombang Raya, Pertigahan sekolah Al Azhar Shifa Budi, Pondok Aren atau
telpon kami : 021-32486784 / 085710103635

TERIMA PESANAN :
Nasi Box, Nasi Bakar, Tumpeng, Bakso untuk acara - acara seperti rapat, syukuran, ulang tahun dll

DELIVERY :
No telp : 021-32486784 / 085710103635


Baca juga :


Minggu, 06 November 2011

Memulai Bisnis, Bakat Bukan Modal Utama

Selama ini sering kita mendengar keluhan atau alasan dari orang-orang disekitar kita yang takut memulai bisnis karena mereka tidak memiliki bakat dalam berbisnis. Mental blocking atau hambatan dari dalam diri inilah yang menghalangi seseorang untuk maju dan mencoba terjun kedalam dunia bisnis. Sehingga mereka lebih memilih posisi aman dengan menjadi seorang karyawan dan mengurungkan niatnya untuk menjadi seorang pengusaha.

Sebenarnya dalam memulai bisnis, bakat bukan modal utama. Bakat dan garis keturunan dari keluarga pengusaha, bukanlah suatu jaminan seseorang itu akan sukses menjadi seorang pengusaha. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki peluang serta kemampuan yang sama untuk menjadi seorang pengusaha. Yang membedakannya hanyalah minat dan tekad yang dimiliki masing-masing individu, sehingga sebagian ada yang berani mengambil resiko dengan mencoba berbagai peluang bisnis dan sebagian lainnya belum berani mengambil resiko karena merasa dunia bisnis bukanlah bakat mereka.

Jika sebelumnya kita sering beranggapan bahwa bakat entrepreneur tidak dapat diasah, mulai sekarang hilangkan pola pikir tersebut dan cobalah untuk mengasah jiwa entrepreneur dalam diri Anda. Saat ini sudah banyak buku panduan bisnis yang dapat Anda pelajari, banyak pelatihan bisnis maupun seminar kewirausahaan yang dapat Anda ikuti, serta banyak komunitas wirausaha yang dapat Anda jadikan sebagai salah satu lingkungan yang mendukung upaya Anda dalam memulai bisnis.
Peluang tersebut tentunya dapat Anda manfaatkan sebaik-baiknya, agar bakat bisnis yang dulunya belum ada dalam diri Anda bisa mulai tumbuh sedikit demi sedikit mengiringi kerja keras Anda dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam dunia bisnis. Sehingga impian untuk memiliki usaha tidak hanya menjadi angan-angan Anda. Karena Anda pun dapat memulainya dengan modal kemampuan yang telah Anda kembangkan.

Modal utama memulai bisnis
Dalam memulai bisnis yang terpenting adalah minat dan tekad Anda untuk menekuni bidang tersebut dengan total. Meskipun awalnya Anda tidak memiliki bakat dalam berbisnis, namun pastikan Anda memiliki minat yang cukup besar terhadap dunia tersebut. Sehingga Anda dengan senang hati rela mempelajari dan mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis.

Sedangkan tekad yang kuat perlu Anda tumbuhkan untuk meyakinkan diri Anda agar selalu konsisten dan tidak cepat menyerah dalam mengasah kemampuan di bidang bisnis. Karena memulai bisnis tidak hanya butuh waktu sehari atau dua hari saja, dibutuhkan proses dan perjuangan yang cukup panjang hingga akhirnya bisnis yang Anda cita-citakan dapat berjalan dengan lancar.

Jadi bagi Anda yang merasa tidak punya bakat di dunia bisnis, jangan berkecil hati dengan keadaan tersebut. Karena dunia bisnis dapat Anda pelajari dari banyak sumber, seperti buku-buku panduan bisnis maupun dari para ahli yang sudah sukses menjalankan bisnisnya. Nah, setelah membaca tips motivasi bisnis untuk pekan ini, selanjutnya perluas wawasan Anda tentang bisnis dan cobalah untuk mempraktekannya dari sekarang. Action now or never!!!! Selamat mencoba dan salam sukses.

Baca juga :
  1. Wiraswasta
  2. 5 Alasan Gagal Menjadi Entrepreneur
  3. 5 Penyebab Kegagalan Pelaku Ukm Mencapai Target
  4. Pilih Jadi Karyawan Atau Entrepreneur
  5. Berpikir Kreatif Untuk Meraih Sukses Usaha
  6. Peluang Usaha dengan Menjadi Mitra Usaha " Ayam Bakar Mbak Retno"
Sumber : bisnis UKM

Sabtu, 05 November 2011

(Inspirasi 2) Jatuh-Bangun Bisnis Raja Bolen

David telah merasakan pasang-surut dalam mengarungi dunia bisnis. Sekarang ia fokus mengembangkan bisnis pastry dengan mengibarkan bendera Mayasari Pastries.
Diilhami keberhasilan ibunya yang berprofesi sebagai penjahit, semangat kewirausahaan sudah tumbuh di dalam jiwa David B. Santosa sejak ia duduk di bangku sekolah. Sedikit demi sedikit David menyisihkan uang jajannya. Tujuannya hanya satu: bisa mengikuti jejak ibunya menjadi penjahit.
Lulus sekolah, tahun 1977 David akhirnya bisa membeli sebuah mesin jahit bekas. Ia pun lantas menekuni profesi sebagai penjahit. Berkat kerja kerasnya, usaha jahit-menjahit yang awalnya hanya berskala rumahan menjadi semakin besar. Ia akhirnya memiliki perusahaan konveksi di Bandung, di bawah bendera PT Bineksindo. Ia memproduksi hampir semua jenis pakaian dewasa.

Tahun 1988, David mampu mengekspor jaket training hingga ke Eropa dan menjadi pemain besar di Indonesia. Dengan dukungan lebih dari 300 karyawan, Bineksindo setiap bulan mampu menghasilkan beberapa kontainer pakaian yang siap dijual untuk pasar luar negeri. "Omset kami saat itu mencapai Rp 2 miliar," ungkap David.

Memasuki 1990-an, bisnis konveksi David mulai surut. Pecahnya Perang Teluk memukul bisnisnya secara langsung. Pengiriman barang ke luar negeri terhambat, bahkan terputus. Namun, ia tidak kehabisan akal. Ia mencoba menjadi pemasok Matahari Dept. Store dengan mengusung merek dagang Andy 'n Vania ( A n V). Perlahan usahanya kembali bergairah, tetapi tak seagresif tahun-tahun sebelumnya.

Meredupnya bisnis konveksi membuat David harus memutar otak untuk mencari bisnis baru. Tahun 1998, secara kebetulan ia bertemu seorang rekannya yang mengajaknya berdagang kue di Pasar Kue Subuh. Tanpa pikir panjang, ia langsung menerima tawaran tersebut.
Bermodal Rp 75 juta, David memulai usahanya dengan penuh keyakinan. Uang tersebut ia gunakan untuk menyewa rumah, mobil, hingga membeli peralatan produksi. Ia tak bekerja sendiri, tercatat ada lima orang yang membantunya setiap hari. Rekannya lebih banyak mengurusi masalah dapur dan keuangan. Sementara David lebih fokus ke masalah operasional. Di minggu pertama dan kedua, penjualan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kepercayaan David bahwa bisnisnya akan sukses semakin tumbuh. Namun, menjelang bulan kedua, aroma ketidakberesan pengelolaan keuangan menyengat. "Jumlah produksi yang dilaporkan turun drastis. Biasanya 600-700 dus menjadi hanya 300 dus. Omset juga menurun sampai hanya Rp 6 juta sebulan," tutur David mengenang.
Merasa dibohongi, David akhirnya memutuskan kembali ke Bandung. Namun, obsesinya menjadi pengusaha kue yang sukses tidak begitu saja padam. Apalagi, ia juga membawa semua alat produksi yang dimilikinya ke Kota Kembang. Ia mengatakan, kondisi bisnis garmennya yang semakin tidak menentu membuatnya harus mencari jalan keluar. "Usaha garmen saya hampir kolaps," ujarnya.
Berkali-kali ia mencoba membuat resep sendiri untuk bisa memulai lagi bisnis kue dari nol. Ratusan eksperimen ia coba. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya ia menemukan resep yang ia cari selama ini. "Resep ini lebih enak daripada resep buatan rekan saya dulu," ucap David yang mengaku hampir putus asa.

Setelah menemui titik cerah, kepercayaan dirinya perlahan tumbuh kembali. Hal ini juga didorong rekannya, Senjaya Hidayat, yang membantu mengembalikan semangatnya dalam berbisnis. Hasilnya, awal 1999, Mayasari Pastries resmi didirikan di Bandung. Lucunya, nama Mayasari berasal dari nama istri Senjaya, Maya.
Gerai pertama di daerah Kebon Kawung menjadi bukti keseriusan David demi mewujudkan mimpinya menjadi pengusaha kue. Ia mengucurkan dana Rp 125 juta sebagai modal tambahan untuk memulai kembali bisnis kuenya.

Perlahan tapi pasti, Mayasari Pastries mulai tumbuh. Memasuki 2002, bisnis David semakin agresif. Meski mengaku senang, ia tak memungkiri sedikit kewalahan karena banyak tawaran untuk terus membuka gerai di sejumlah tempat. Kondisi tersebut mendorongnya membuka kerja sama dengan pihak kedua dengan sistem beli putus di awal 2004. Di tahun yang sama, bisnis konveksi David karam dan resmi ditutup total. "Saya benar-benar tak kuasa menangani bisnis ini. Makin tumbuh besar, tapi makin sulit diurus," ujar pria berusia 51 tahun ini.

Bagi David, kerja sama tersebut merupakan salah satu cara terbaik untuk membendung bisnis yang semakin melaju kencang. Kerja sama tersebut menguntungkan kedua belah pihak, baik Mayasari Pastries maupun mitra bisnis. Harga per dus kue dijual 20% lebih murah kepada pihak kedua.
Kini, setelah 12 tahun berdiri, usaha David semakin melaju pesat. Kerja kerasnya dibayar dengan hasil yang maksimal. Saat ini ia memiliki 40 gerai: 30 di Bandung, delapan di Jakarta, serta masing-masing satu di Batam dan Medan. Untuk pembangunan satu gerai dibutuhkan dana Rp 5-8 miliar (bangungan milik sendiri), tetapi untuk yang menyewa harganya jauh di bawah itu. Dari 30 gerai yang berada di Bandung, 10 gerai adalah milik pihak kedua yang menjalin kerja sama dengan sistem beli putus.
Ester Linawati merupakan salah seorang mitra David. Sejak 10 tahun lalu, Ester menjadi mitra Mayasari Pastries dengan membuka cabang di Sumber Sari, Bandung. Ester mengatakan, awalnya banyak warga sekitar yang membicarakan kue pisang bolen buatan David. Tanpa ragu, Ester pun menyambangi David untuk menawarkan kerja sama dengannya. "Prosesnya tak ribet dan cukup mudah. Sejauh ini kami diuntungkan karena produk Mayasari Pastries juga dikenal baik oleh masyarakat," ujarnya.

Setiap hari Ester memesan 100 dus untuk dijual kembali di tokonya. Tingkat penjualan mencapai 90% setiap hari. Jika memasuki hari libur ataupun akhir pekan, permintaan melonjak.
Kue yang menjadi primadona antara lain pisang bolen rasa duren dan keju. "Pelayanan dari pihak Mayasari Pastries juga tak mengecewakan. Mereka sangat on time mendistribusikan kuenya setiap hari. Jika ada keluhan, kami pun dilayani dengan baik," katanya.

Saat ini David mempekerjakan lebih dari 200 pegawai yang terbagi dalam dua
shift kerja. Setiap hari Mayasari Pastries mampu memproduksi 2.000-3.000 dus kue (satu dua berisi 12 kue) yang diproduksi di pabrik yang menampati area seluas 1.000 m2 di Sumber Sari, Bandung. Menjelang akhir pekan, kapasitas produksi meningkat hingga 4.000 dus per hari. "Hampir 95% dari kue kami terjual habis setiap hari," David mengklaim.
Setiap tengah malam, kue didistribusikan ke semua gerai, baik yang di Bandung, Jakarta, maupun Batam dan Medan, menggunakan jasa angkutan penerbangan, Merpati Airlines. Bagi pihak kedua, kue diantarkan selambatnya pukul 2 pagi. Umumnya mereka yang bekerja sama membeli 75-100 dus setiap hari.

Kue yang dijajakan antara lain pisang bolen, kue tar, dan makanan ringan. Kue pisang bolen menjadi andalan Mayasari Pastries. Selain memiliki citarasa yang enak, pisang bolen olahan Mayasari juga dikenal memiliki varian yang sangat beragam, seperti rasa keju, durian, cokelat, kacang, tape dan nanas. Pisang bolen Mayasari merupakan kue yang cukup tersohor di Bandung yang sering dijadikan sebagai oleh-oleh. Jadi jangan heran, nama Mayasari Pastries dengan pisang bolennya begitu sangat digandrungi pencinta pastry dan pelancong.

Harga per dus pisang bolen dijual mulai Rp 26.000 hingga Rp 30.000. Soal harga, kue-kue di Mayasari Pastries bisa dibilang paling kompetitif. Namun, David tidak mau kompromi dalam hal kualitas. Ia tak pernah main-main dalam memilih dan memilah bahan yang digunakan dalam membuat semua kuenya.

Erly Desianti, salah seorang pelanggan setia Mayasari Pastries, mengaku sangat cocok dan puas dengan kualitas Mayasari. Sejak pertama kali mencoba kue di Mayasari delapan tahun silam, paling tidak dua kali dalam sebulan Erly menyambangi gerainya. "Kalau sedang tidak sibuk, bisa seminggu sekali," ujarnya seraya menyebutkan, makanan favoritnya adalah pisang bolen durian.
Erly menandaskan, soal citarasa, Mayasari Pastries tidak perlu diragukan lagi. "Kalau harga justru di sini yang paling murah. Saya sudah bandingkan dengan kue dari pedagang lain. Pelayanan juga oke," ungkapnya.
Menurut David, membangun bisnis kuliner, khususnya pastry, sangat menjanjikan. Balik modalnya pun tergolong cepat, yakni tidak lebih dari setahun. "Tidak perlu menunggu lama bagi saya untuk memetik hasil."

Ia menambahkan, kesuksesan membangun bisnis kue tergantung pada kejelian melihat pasar dan pada pengembangan inovasi produk. Karena itu, ia selalu mencari eksperimen baru guna memperkaya citarasa dan jenis kuenya. Setiap tahun ia terbang ke luar negeri untuk belajar tentang roti dan pastry.
Setibanya di Indonesia, ia praktikkan apa yang ia dapat dari luar negeri. Misalnya, mulai dari adonan yang baik, pemilihan margarin yang sesuai, hingga memasukkan rasa baru pada kuenya. Dengan begitu, orang akan tertarik mencoba kue dengan rasa baru yang ditawarkan.

Kue-kue di Mayasari Pastries tidak menggunakan bahan pengawet sehingga masa kedaluwarsanya sangat pendek, yakni 3-5 hari. "Saya turun dan memantau langsung ketika proses produksi untuk memastikan semuanya sesuai dengan SOP," ungkap David.

Tak ada strategi khusus yang diterapkan David dalam membesarkan Mayasari Pastries. "Sama seperti produk-produk lainnya," ujarnya singkat. Pada tahap awal, ia menggunakan iklan di radio untuk memperkenalkan Mayasari Pastries. Ia juga pernah mengeluarkan Rp 200 juta/tahun untuk pemasangan iklan billboard di jalan protokol di Kota Bandung. "Awal-awal memang butuh awareness," kata ayah Andy Santosa (23 tahun), Vania Christianty (21 tahun) dan Cinthya Christianty (13 tahun) ini.

Untuk meperluas cakupan bisnisnya, ia bekerja sama dengan pengusaha katering di Bandung. Mayasari Pastries menjadi penyumplai kudapan pada pesanan katering yang diperoleh mitranya. Ia juga membidik segmen korporat sebagai salah satu target pasarnya. "Pelanggan korporat saya kebanyakan dari industri perbankan," ujarnya.

Saat ini, omset Mayasari Pastries mencapai Rp 300 juta/bulan, dengan margin 15%. Kontribusi pendapatan terbesar masih didapatkan dari gerai-gerai di Bandung. Ia menyebutkan, masa menjelang dan sesudah Ramadan merupakan hi-season bagi bisnis ini. Menjelang Ramadan atau tepatnya H-10 penjualan akan naik hingga 50% dari bulan biasa. Adapun pada H+2 penjualan semakin terkerek hingga 200%.

David kini sedang menjajaki untuk membuka gerai di Bali dan beberapa tempat lain di Bandung. Ia tak menargetkan berapa jumlah gerai yang mesti dibangun setiap tahun. Selain akan membuka gerai di beberapa daerah di dalam negeri, ia juga tengah membicarakan rencana membuka gerai di Singapura dan Malaysia tahun depan. Ada beberapa investor yang tertarik bekerja sama dengannya. "Saya masih tarik ulur dengan investor. Saya tak mau begitu saja meng-iya-kan. Karena, saya tak ingin gagal lagi kali ini. Everything must clear and directional," ujar pria religius ini menandaskan.(*)
Reportase: Ario Fajar/Riset: Dian Solihati



Sumber : swa online

Baca juga :
1.(Inspirasi 1) Lompatan Kuantum Mantan Karyawan

Jumat, 04 November 2011

Mengatasi Bosan Dalam Berbisnis

Rasa bosan atau jenuh adalah suatu hal yang sangat manusiawi. Semua orang pasti pernah mengalaminya dan pasti ada saja celah dimana seseorang dapat merasakan kebosanan. Baik seorang yang telah memiliki aktivitas maupun yang tidak memiliki aktivitas.

Bekerja, berbisnis, sama halnya dengan berjuang! Setiap masalah harus dihadapi dengan daya juang yang Anda miliki. Dan ada kalanya dalam berbisnis kita sering merasa bosan.

Bisnis sebenarnya sama juga dengan kegiatan lain, walaupun terlihat penuh dengan kejutan, tantangan dan dinamika, namun sesungguhnya pada suatu saat akan menimbulkan kejenuhan atau kebosanan karena mungkin tidak ada perubahan yang berarti dengan pendapatan Anda atau sudah terlalu lama menjalankan bisnis yang sama. Apalagi jika mimpi-mimpi Anda, sebagian besar telah tercapai.  Bahkan usaha yang awalnya bermula dari hobi pun bisa terhinggapi kebosanan atau kejenuhan.

Jika sudah demikian, ambillah waktu untuk melakukan rehat sejenak dari kegiatan bisnis Anda. Lakukan liburan ke luar kota bersama keluarga atau sahabat untuk refreshing. Selanjutnya lakukanlah hal-hal baru diluar rutinitas yang selama ini Anda lakukan, diantaranya:

1.   Ubah Susunan Ruang  Kerja Anda

Jika memungkinkan, Anda dapat mengubah susunan ruang kerja/ tempat usaha Anda sehingga terlihat berbeda dari biasanya. Atau jika Anda memiliki dana berlebih, Anda bisa melakukan renovasi baik dari segi interior maupun eksteriornya agar tempat usaha Anda benar-benar tampil beda dan dapat menarik konsumen atau klien bisnis Anda. Perubahan kecil dalam mengubah susunan ruang kerja, sedikit banyak akan memepengaruhi mood kerja Anda menjadi lebih fresh dan baik.

2.   Cari Ide-Ide Baru

Carilah inspirasi baru, misalnya untuk produk baru, desain baru, atau inovasi baru yang berkaitan dengan bisnis Anda. Anda bisa mendapatkannya dari hasil tempat liburan yang telah Anda kunjungi. Maka rencanakanlah perjalanan liburan Anda ke tempat-tempat yang berhubungan dengan bisnis Anda, misalnya ke sentra-sentra UKM disuatu daerah. Sehingga, bukan pikiran saja yang jadi segar namun Anda akan mendapatkan berbagai ide-ide baru yang nantinya menunjang kegiatan bisnis Anda.

3.   Delegasikan Pekerjaan

Kebosanan muncul karena rutinitas sehari-hari yang itu-itu saja yang Anda lakukan. Mungkin sekaranglah saatnya Anda mulai mendelegasikan pekerjaan rutin Anda kepada orang lain, misalnya karyawan atau asisten Anda. Maka Anda akan lebih mempunyai waktu untuk melakukan hal-hal yang lebih produktif, misalnya mencari ide-ide konsep baru untuk produk usaha, desain produk, dsb. Namun yang harus Anda ingat adalah berikan prosedur operasional standar mengenai tugas-tugas yang telah Anda limpahkan, sehingga akan meminimalkan terjadinya kesalahan atau penyimpangan jika orang lain yang mengerjakannya. Selanjutnya, Anda sesekali dapat meninjau dan meengevaluasi kinerjanya.

4.   Buat Target Baru

Jika pendelegasian telah berjalan baik, pastinya akan membawa pikiran Anda untuk mulai ekspansi usaha baru atau setidaknya ada target baru yang lebih tinggi yang ingin Anda wujudkan. Baik membuat usaha baru atau menciptakan target baru, akan membuat Anda keluar dari zona nyaman yang membuat Anda merasa bosan. Banyak pengusaha yang memanfaatkan  momentum kebosanan ini, untuk melihat peluang baru sebagai ekspansi usahanya. Namun, tetap harus diingat bahwa usaha yang ada sekarang pastikan berjalan dengan baik meski tanpa kehadiran Anda secara langsung.

5.   Kumpulkan Kembali Semangat Awal Anda

Coba ingat kembali baik-baik alasan dan niat Anda saat pertama kali memutuskan membuka usaha. Mengapa dulu Anda begitu bersemangat dalam berbisnis? Apakah karena passion atau karena keinginan untuk jadi kaya atau ada alasan lain? Impian saat baru memulai bisnis perlu Anda hidupkan lagi, karena hal ini akan membantu mengembalikan semangat Anda dan terus bertahan menjalani usaha Anda untuk terus maju.

Demikianlah tips cara mengatasi bosan dalam berbisnis. Jadilah pribadi yang semangat, kreatif dan inovatif agar Anda tidak kehilangan peluang bisnis. Salam sukses
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 03 November 2011

Ayam Bakar Wijen "Mbak Retno"


AYAM BAKAR WIJEN

Bagi penikmat ayam bakar yang bosen dengan menu ayam bakar yg hanya manis, kami Ayam Bakar Mbak Retno menyuguhkan menu yang lain dari biasanya yaitu Ayam Bakar Wijen : dengan taburan wijen membuat ayam bakar ini tidak hanya manis tapi juga terdapat sensasi gurih dari taburan wijen silahkan mencoba sensasinya Ayam Bakar Wijen kami.

Bisa datang langsung ke tempat kami :
d.a Jl. Jombang Raya, Pertigahan sekolah Al Azhar Shifa Budi, Pondok Aren atau
telpon kami : 021-32486784 / 085710103635

Kami menyediakan PESANAN : Nasi Box, Nasi Bakar, Tumpeng, Bakso untuk acara - acara seperti rapat, syukuran, ulang tahun dll

Kami juga melayani DELIVERY dengan No telp : 021-32486784 / 085710103635

Selasa, 01 November 2011

Wiraswasta

Pada jaman yang semakin kompetitif ini, menjadi wiraswasta tidaklah semudah 25 tahun lalu. Persaingan semakin tajam, situasi ekonomi tidak mendukung, teknologi merubah gaya hidup semua orang. Pulangnya generasi muda dari kuliah di luar negeri, perubahan politik ekonomi Indonesia, dan semakin merebaknya Franchise model, membuat semakin sulitnya orang yang mau memulai bisnis baru dari nol. Setelah 24 tahun lebih menjadi "entrepreneur", saya mencoba berbagi beberapa pemikiran untuk teman2 yang baru memulai atau akan memulai bisnisnya sendiri.

1. Kesempatan adalah kunci utama. Opportunity is the key. Tangkaplah kesempatan yang sesuai dengan "Passion" anda, carilah kesempatan yang sesuai dengan kemampuan anda. Kesempatan jadi kunci utama, ketajaman orservasi dan kejernihan analisa dibutuhkan untuk memilih kesempatan yang ada.

2. Lakukan saja. Just Go Do It. Tindakan, eksekusi, action, pada saat awal dari sebuah bisnis kecil, jauh lebih penting dari strategi yang komplek. Kerjakan, perbaiki kalau salah, lakukan dengan lebih baik lagi, dan mengalir. Lupakan "rencana jangka panjang", perhatikan kelakuan anda hari ini, minggu ini. Perbaiki produk, layanan, dan sikap anda melayani pelanggan. Fokus pada tindakan. Kesalahan adalah hal lumrah, perbaiki secepatnya, dan lakukan lagi.

3. Jual, jual, jual. Selling is more important than Marketing. Menjual adalah kemampuan kunci yang harus ada pada setiap wiraswasta. Bakat alam atau pelatihan, tetap saja salesmanship adalah kunci utama pada pengembangan awal seorang entrepreneur. Word Of Mouth, referensi, dari mulut ke mulut (dari email ke facebook), adalah satu2nya marketing yang cocok. Iklan TV atau koran, sering terlalu mahal untuk kebanyakan wiraswasta baru. "Story" adalah senjata kuat untuk menebarkan "Core Talkable Difference" bisnis anda pada "Segmen Market" anda.

4. Carilah karyawan yang mencintai pekerjaannya dan percaya pada visi anda. Hire people who embrace your vision. Saat perusahaan masih kecil, kita tidak mampu mencari profesional yang mahal, maka penting untuk bisa memilih karyawan yang percaya dan cinta pada apa yang kita kerjakan. Kita membutuhkan skillset yang pas untuk setiap pekerjaan, tapi pada awal sebuah bisnis, kita butuh orang yang bisa "all round", bisa macam2, dan yang terpenting punya semangat dan optimisme dan keyakinan yang tinggi akan suksesnya bisnis kita.

5. Carilah teman, sahabat, network yang mendukung bisnis anda. Build good Network. Kenalilah orang kunci yang bisa mensupport bisnis anda, bentuk jaringan persahabatan yang tepat. Jangan hanya berharap dari mereka, tapi lakukan hal2 yang menguntungkan mereka. Jadikan mereka sahabat, jadikan mereka laskar bisnis anda.

6. Belajar, belajar, belajar. Learn, re-Learn and keep Learning. Semua pemula selalu punya banyak kesalahan, baik asumsi ataupun proses berbisnis. Belajar, dan perbaiki, dan lakukan lagi. Apalagi bila anda sukses, seribu peniru akan memasuki bisnis yang sama dengan anda. Belajar yang berkesinambungan, baik dari membaca, tanya orang, ikut seminar, internet, ataupun cara apapun lainnya, selalu akan menjadi kunci untuk memperkaya kemampuan bisnis kita, menjadi lebih kompetitif, lebih tajam, lebih hebat dalam berbisnis.

7. Menggapai Langit, Menginjak Bumi. Dream high, but keep your feet to the ground. Setiap bisnis dimulai dengan mimpi. Tetapi kita harus selalu ingat akan realitas, dan "menginjak bumi". Kerendahan hati dan tingginya mimpi harus diseimbangkan dalam melakukan bisnis. Peliharalah mimpi anda, hari yang menyakitkan dapat diobati dengan mimpi indah saat akan masuk tidur. Mimpi dan optimisme adalah obat kita menghadapi pahitnya awal bisnis.

8. Bertahanlah, awal bisnis selalu sulit. Try to Survive. Sementara semua buku bisnis mengajarkan "segmentation, targeting, positioning, branding, differentiation" dan seterusnya, kita bertahan pada hari ini makan apa, besok jual apa, dan bagaimana membayar tagihan listrik ini. Data amerika: 51 persen bisnis tidak bertahan dalam 5 tahun pertamanya, itupun termasuk franchise dan bisnis kedua atau ketiga dari orang yang sudah sukses. Saya kira buat pengusaha awal hanya 1 dari 5 pebisnis awal yang mampu mempertahankan bisnisnya pada 3 tahun pertama. Penghematan pengeluaran, fleksibilitas untuk berkompromi, merubah arah bila tidak tepat, dan keteguhan untuk terus berjalan, adalah hal2 yang akan membuat kita mampu bertahan pada awal bisnis kita.

9. Selalu optimis dan bersikap positip. Positive Thinking and Opimism. Kemampuan kita merangkul kesulitan, menghadapai kepahitan, menerima kegagalan sementara dengan dada terbuka, serta selalu optimis bahwa kita bisa dan besok adalah hari yang lebih cerah adalah hal yang penting. Pandangan bahwa sukses hanya tinggal ditikungan jalan depan, menjadikan perjalanan kita lebih dapat ditolelir, lebih mampu kita lewati, betatapun sulitnya. Terbukalah akan setiap kesempatan, dan siaplah akan segala malapetaka. Jangan pernah putus asa.

10. Mengharap keberuntungan. Expect Luck. Betapapun tidak percayanya kita pada faktor tersebut, tetap saja faktor "x" ini menjadi salah satu kunci penting sukses tidaknya bisnis anda. Timing yang pas, kenal orang yang tepat, kebetulan yang tidak terduga, dan banyak hal yang tidak kita perkirakan bisa membuat bisnis kita menjadi jauh lebih sukses atau jauh lebih buruk dari rencana semula.

Itulah 10 hal yang saya anggap penting dalam memulai bisnis baru. Tentu, doa dan keyakinan anda pada Agama masing2 menjadi kunci spiritual dan emotional yang penting, bahkan saya yakin banyak yang akan menganggap hal tersebut adalah nomor satu dalam kehidupan bisnisnya.

Catatan ini saya buat untuk jenis bisnis baru kecil yang dimulai dari awal, bukan untuk para "franchisee" dan bukan untuk bisnis besar yang membutuhkan 10 Milliard Rupiah atau lebih untuk memulainya. Pada jenis Franchise dibutuhkan keteguhan mengikuti aturan main franchisornya, dan untuk bisnis besar dibutuhkan "Business Plan" yang lebih detail.

Setiap pemimpin atau wiraswasta membutuhkan kemampuan teknis, kemampuan analisa dengan ketepatan keputusan, dan kemampuan emotional dalam mengembangkan bisnisnya. Membutuhkan knowlgde, skill dan attitude yang pas. Ada banyak buku, video, semiar, pendidikan pendek dan panjang yang akan mempertajam kemampuan kita dalam berbisnis, saya hanya mencoba mengawali 10 hal yang saya anggap penting dalam memulai bisnis baru. Selamat berbisnis, salam sukses selalu.

*Tanadi Santoso.

Refleksi ini adalah hasil pemikiran saya, dan ditulis untuk teman2 pebisnis baru dan yang merencanakan masuk dalam bisnis baru. Semoga membantu.

Sumber : www.tanadisantoso.com

Rabu, 26 Oktober 2011

Berpikir Kreatif Untuk Meraih Sukses Usaha

Berbicara mengenai kesuksesan tentunya setiap pelaku usaha selalu berharap untuk bisa mewujudkannya. Bahkan berbagai macam cara pun mulai dijalankan para pelaku usaha untuk bisa mencapai kesuksesan yang telah diimpikannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan para pelaku usaha untuk meraih kesuksesannya yaitu dengan selalu berpikir kreatif.

Untuk bisa menciptakan sebuah peluang usaha yang tahan banting di tengah gempuran persaingan pasar, terkadang dibutuhkan adanya kreativitas yang tinggi agar bisa tercipta sebuah inovasi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Selain itu, para pelaku usaha juga dituntut untuk selalu berpikir kreatif guna meningkatkan nilai tambah yang mereka miliki dan memenangkan persaingan pasar yang ada disekitarnya.

Jadi, wajar adanya bila para entrepreneur sukses selalu diidentikan dengan sekelompok orang yang tak pernah lelah untuk berkreasi. Karena setiap harinya mereka harus menggunakan kreativitasnya untuk mempertahankan eksistensi usahanya. Lalu, langkah apa saja yang bisa dilakukan para pelaku usaha untuk meraih puncak suksesnya?

Berikut ini beberapa tips motivasi bisnis yang bisa Anda jalankan untuk meraih sukses usaha.

Miliki mimpi yang besar

Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk menggantungkan mimpi mereka setinggi-tingginya. Namun sebagai pelaku usaha, tentunya mimpi yang Anda citakan juga harus didukung dengan usaha yang realistis. Sehingga mimpi besar yang telah Anda tuliskan bisa terwujud sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan, bukannya menjadi impian kosong di siang bolong. Karena itu, mulailah dengan mengerjakan sesuatu yang kecil untuk menggapai mimpi besar yang telah Anda inginkan.
Ciptakan ide yang unik, buatlah konsep yang bagus, dan optimalkan proses eksekusinya.
Untuk meraih mimpi besar yang Anda inginkan, bisa dimulai dengan menciptakan sebuah ide segar yang belum pernah ada sebelumnya. Setelah ide tercipta, maka buatlah konsep yang matang untuk mewujudkan ide-ide tersebut. Terakhir, setelah perencanaan benar-benar sudah matang, maka lakukan semua proses eksekusi dengan optimal agar ide kreatif yang Anda miliki menghasilkan inovasi baru yang memberikan nilai tambah bagi perkembangan usaha Anda.

Tak lelah untuk berinovasi

Ketika seorang pelaku usaha berhasil menciptakan sebuah karya, maka Ia tidak boleh berpuas diri dengan produk yang dihasilkannya. Teruslah berkreasi untuk merancang inovasi-inovasi baru yang akan diluncurkan pada periode berikutnya. Sebab, kehadiran sebuah produk baru tidak hanya menarik perhatian konsumen, namun juga menarik perhatian para kompetitor untuk menduplikasi produk tersebut. Karenanya, jangan pernah lelah untuk berinovasi, karena kompetitor Anda juga tidak lelah untuk menduplikasi.

Senang dengan tantangan

Seorang pengusaha yang sukses memiliki mental yang kuat dan berusaha menikmati setiap tantangan dalam perjalanan usahanya. Saat orang lain terlena dengan kemapanan yang telah didapatkan, maka seorang pelaku usaha cenderung berani mengambil sebuah resiko untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Mereka tidak lelah untuk terus berkarya dan menjadikan tantangan sebagai teman baiknya hingga mencapai puncak kesuksesan.

Selalu belajar dari pengalaman

Untuk menjadi pengusaha yang sukses, tidak ada salahnya bila Anda belajar langsung dari pengalaman para pengusaha yang telah berhasil mencapai puncak kejayaannya. Dari mereka, Anda bisa mengambil beberapa strategi jitu yang mengantarkan mereka meraih suksesnya. Disamping itu, Anda juga bisa mendapatkan pelajaran penting dari pengalaman-pengalaman yang dimiliki para entrepreneur sukses, baik pengalaman pahitnya dalam memulai usaha maupun pengalaman mereka untuk mengembangkan usahanya.

Semoga kelima tips bisnis yang telah kita bahas bersama bisa memberikan manfaat bagi para pembaca. Jangan pernah lelah berpikir kreatif untuk meraih sukses usaha, karena kesuksesan bisnis Anda sepenuhnya berada di tangan Anda. Teruslah berkarya dan salam sukses. Maju terus UKM Indonesia !!!
Sumber : Bisnis UKM


Selasa, 18 Oktober 2011

(Inspirasi 1) Lompatan Kuantum Mantan Karyawan

Dari karyawan, dia menjadi pemilik usaha. Dari tersendat, bisnisnya kini bergulir cepat. Apa yang dilakukannya?

Bila dipandang dari luar, bengkel Car Spa tidak ada istimewanya. Bengkel di kawasan Jelambar, Jakarta Barat, ini hanya sebuah bangunan sederhana untuk reparasi dan perawatan mobil. Beberapa mobil diparkir berjajar menunggu giliran diperbaiki.

Namun, jangan keliru. Tidak ada yang mengira bahwa di lokasi itu juga terdapat kantor CV Grokindo yang beromset Rp 2,5-3 miliar tiap bulan atau sekitar Rp 36 miliar per tahun. Ini adalah pemain penting yang memasok automotive consumable products. Contoh produknya: oli mesin, minyak rem, karpet mobil, waterbased pain dan car care. Produk itu dipasok ke sejumlah prinsipal perlengkapan otomotif besar, seperti Sika, Henkel, 3M, BASF, Shell Oil, NPC Grease dan Hazet.

Grokindo juga memasok langsung ke pabrikan agen tunggal pemegang merek. Ia menggaet Mercedes-Benz Indonesia, Astra Daihatsu Motor dan Nissan. Hampir semua merek mobil terkenal menjadi konsumen Grokindo, kecuali Suzuki dan Toyota.

Siapa sosok di balik kesuksesan Grokindo?

Perkenalkan, namanya Sumadi. Kehidupan pria yang hanya lulusan SMA ini sungguh berwarna. Bagaimana tidak, berawal dari seorang karyawan bagian penjualan di Grokindo tahun 1998, enam tahun kemudian nasibnya berbalik 360 derajat: menjadi pemilik. Kok bisa?
Sumadi sejatinya bukanlah orang otomotif. Setamat SMA (1990), dia bekerja di bagian pembelian pabrik mesin jahit merek Butterfly. Tiga tahun lamanya profesi itu dijalani. Setelah sempat bekerja Glodok, kelahiran Jakarta, 7 Juli 1974, ini akhirnya bergabung dengan Grokindo sebagai tenaga penjual door-to-door ke bengkel atau perusahaan.

Nasib orang memang hanya Tuhan yang tahu. Dalam perkembangannya, usaha Grokindo suram, bahkan sempat mati suri. Tahun 1998, melihat peluang untuk perusahaan ini masih terbuka lebar, Sumadi dan tiga mitranya – salah satunya adalah pemilik lama Grokindo – sepakat menghidupkan kembali perusahaan yang lesu darah ini. Modal patungan Rp 350 juta mereka dapat dengan menjual mobil dan mengagunkan surat berharga untuk mendapat pinjaman uang.

Saat itu kondisi pasar dunia otomotif sedang lesu. Maklum, krisis moneter masih terasa dampaknya. Namun, Sumadi dkk. terus bertahan mendatangi para pembeli produk automotive consumable products. Dan kegigihan ini terbayar. Grokindo menggeliat. Omset di kisaran Rp 300-400 juta saban bulan dikantongi. Sumadi dkk. pun tersenyum.

Pada 2000-04, sekalipun kian menggeliat, Grokindo cenderung stagnan. Dan pada kurun ini, tepatnya tahun 2004, Sumadi tergerak mengakuisisi saham rekan-rekannya dan menjadi pemilik tunggal perusahaan. Gayung ini rupanya bersambut. Para mitra tidak keberatan dengan keputusan tersebut.

Lama berkiprah di Grokindo, jejaring Sumadi terhitung luas. Kebetulan, banyak pemasok yang sudah dikenalnya dengan baik. "Produk pertama dan terpenting yang kami pegang adalah 3M. Waktu itu mereka butuh mitra yang menjual produk kimia," ujar pehobi diving dan fotografi ini mengenang klien perdananya. Diakuinya, merek 3M menjadi pintu gerbang untuk masuk ke dunia bisnis perlengkapan otomotif yang sulit ditembus. Maklum, 100% pabrik mobil menggunakan produk-produk 3M.

Diceritakan Sumadi, produk Grakindo dipakai dari "A" sampai "Z". Yaitu, sejak proses awal pembuatan mobil hingga mobil sudah terbentuk sempurna dan diparkir di tempat terbuka. Diawali dari proses press start, finishing dengan amplas dan proses pengecatan — saat dicat banyak defect dan debu yang menempel sehingga cat meleleh; dalam proses itulah dibutuhkan produk chemical buatan Grokindo. Setelah itu, masuk ke tahap assembling, seperti pemasangan bangku dan dashboard, hingga mobil itu diparkir di lapangan yang terkena sengatan sinar matahari atau hujan. Pada tahap ini pun, produk-produk Sumadi masih dibutuhkan.
Setelah 3M, Grokindo berhasil menembus Sika dan BASF. Lalu, karena kelengkapan dan kualitas produknya, Grokindo mampu meyakinkan ATPM Mercedes-Benz Indonesia. Awalnya, Mercedes hanya based on purchase order dengan omset Rp 3-4 juta/bulan, dan kini Grokindo ditunjuk sebagai pemasok tunggal semua jenis consumable product otomotif untuk pabrikan mobil buatan Jerman itu. "Sekarang nilai omset untuk Mercedes mencapai miliaran," ungkap ayah tiga anak ini.

Terkait kerja sama dengan Mercedes tersebut, Grokindo dipercaya sebagai pemasok logistik. Ia diberi ruang seperti gudang di pabrik Mercedes dan menempatkan 7-8 karyawan di sana di bawah supervisi Sumadi langsung. Diibaratkan Sumadi, gudang Mercedes mirip supermarket, karena jika membutuhkan segala kebutuhan otomotifnya, klien tinggal beli di gudang itu.

Bagi Sumadi, Mercedes dianggap sebagai keberhasilan tersendiri. Wajarlah, karena sulit menembus pabrikan mobil Eropa yang bergengsi itu. Contoh, untuk pengadaan karpet mobil saja bahannya diimpor langsung dari Jerman.

Setelah Mercedes, klien berikutnya adalah Daihatsu. Rata-rata volume produksi bulanan mobil Mercy lebih kecil ketimbang Daihatsu, yaitu dengan perbandingan 20:20.000. Alhasil, kebutuhan Daihatsu akan consumable product juga lebih gede.

Tantangan bisnis Grokindo adalah soal jaminan stok produk. "Kalau kehabisan barang, staf kami langsung terbang belanja ke Malaysia atau Singapura, karena jika menunggu kiriman dari mitra di luar negeri, terlalu lama," Sumadi menjelaskan. Untuk bahan baku, dia mengklaim, 90% impor dan 10% lokal. Produk lokalnya: isolasi atau masking tape, thinner dan beberapa pernik perlengkapan otomotif lainnya.
Tidak hanya soal kualitas produk dan layanan yang dibenahi. Sumadi pun berusaha memodernkan proses kerja Grokindo melalui sistem komputerisasi. Guna menunjang bisnisnya, dia tidak segan merogoh kocek US$ 35 ribu untuk membeli solusi SAP dari Metrodata. Investasi ini dia perkirakan balik setelah tiga tahun. Sistem teknologi informasi ini mampu menghubungkan koneksi kantor Grokindo dengan tiga titik: di tempat Mercedes, kawasan Jelambar dan Slipi.

Sumadi juga tidak lupa memikirkan ekspansi. Karena itu, Grokindo merambah bisnis bengkel dengan membuka Car Spa. "Bengkel ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk mengenalkan produk Grokindo lebih jauh," ujar bos 25 karyawan ini. Diakuinya, melalui Car Spa, Grokindo pun mendapatkan kontrak kerja sama dengan Shell sebagai platinum independent workshop. Predikat ini diklaimnya sebagai satu-satunya untuk bengkel di Jakarta.

Keberhasilan membesarkan Grokindo mendapat acungan jempol dari para mitra bisnisnya. "Sumadi adalah sosok yang gigih," ujar Budi Prasetyo memuji. Manajer Logistik Mercedes-Benz Indonesia itu berpendapat, berkat kegigihannya, Sumadi mampu meyakinkan pihak Mercedes, sehingga kini menjadi distributor tunggal automotive consumable product. "Sejauh ini kami puas dengan pelayanan Grokindo," imbuhnya.

Budi menambahkan, komitmen Sumadi terhadap pelanggan patut dicontoh. Pasalnya, dia selalu bertindak cepat bila pihak Mercedes membutuhkan sesuatu. "Apabila ada masalah, Sumadi langsung datang untuk menangani," ucapnya tandas. Komitmennya juga ditunjukkan dengan memberikan 7-8 anak buah yang standby di pabrik Mercedes untuk membantu.

Pendapat Aldrin Santosa memperkuat opini Budi. "Decision making Pak Sumadi sangat cepat dan mau turun langsung jika klien ada masalah. Beliau mampu memimpin dan memotivasi karyawan dengan baik," tutur Manajer Penjualan 3M Indonesia itu.

Ke depan, Sumadi masih akan fokus menggarap pasar B2B. Menurutnya, bermain di pasar B2C sangat riskan lantaran besarnya ancaman pembayaran macet. Dia berharap, empat tahun lagi mampu ekspansi ke pasar Asia. Kini Grokindo mulai menjajaki menjadi pemasok untuk
mendukung kebutuhan anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Sumadi pun menargetkan kenaikan omset di atas Rp 2,5 miliar per bulan, lima tahun mendatang. "Kami juga mulai masuk untuk menyuplai produk engineering, seperti robot untuk otomatisasi peningkatan kapasitas produksi. Kami yang menawarkan ke pabrik tersebut," ujarnya. ***
Reportase: Yurivito Kris Nugroho
Sumber : SWA online

Tips Sukses Membangun Komitmen Karyawan

Dalam menjalankan sebuah usaha, dukungan karyawan tentunya menjadi salah satu bagian penting yang mempengaruhi sukses tidaknya usaha tersebut. Bahkan maju mundurnya perusahaan pun dipengaruhi langsung oleh kinerja para karyawan. Bila dedikasi dan komitmen dari karyawan cukup kuat, maka bisa dipastikan konsumen pun akan merasa senang dan hasil yang didapatkan juga bisa maksimal. Namun begitu juga sebaliknya, bila komitmen karyawan rendah maka kemungkinan besar usaha Anda tidak akan bisa berkembang hingga menuju puncak kesuksesan.

Membangun komitmen dari para karyawan memang tidak mudah. Dibutuhkan proses yang cukup panjang, hingga akhirnya komitmen tersebut bisa terbentuk dengan sendirinya. Lalu, kira-kira bagaimana caranya menumbuhkan komitmen yang cukup tinggi dari para karyawan?

Mari kita simak bersama beberapa tips sukses membangun komitmen karyawan yang bisa Anda praktekan dalam menjalankan sebuah usaha.

Sampaikan tujuan bersama

Untuk membangun komitmen karyawan, langkah pertama yang bisa Anda ambil yaitu menyampaikan tujuan-tujuan besar yang akan Anda raih bersama para karyawan. Melalui transparansi yang Anda sampaikan kepada karyawan, maka secara tidak langsung akan menumbuhkan semangat kerja dari para karyawan sehingga mereka berkeinginan untuk ikut andil dalam meraih tujuan besar tersebut.

Ciptakan keharmoniman di lingkungan kerja

Lingkungan kerja yang nyaman memberikan energi positif bagi karyawan sehingga mereka merasa senang dan selalu bersemangat dalam menyelesaikan tugas atau kewajiban mereka masing-masing. Hubungan kerja yang harmonis antar sesama karyawan maupun antara atasan dan karyawannya menjadikan rasa kekeluargaan di perusahaan tersebut bisa terbangun, sehingga komitmen untuk bersama-sama membesarkan perusahaan semakin kuat.

Tumbuhkan rasa cinta terhadap perusahaan

Ketika karyawan sudah mulai nyaman dengan lingkungan kerjanya, maka tidak menutup kemungkinan akan tumbuh rasa cinta terhadap perusahaan dimana ia bekerja. Mereka rela bekerja keras demi memajukan perusahaan dan merasa rugi bila Ia meninggalkan perusahaan tersebut dan beralih ke tempat lain. Hal ini bisa terwujud bila para karyawan telah bekerja dengan passion, sehingga mereka tidak merasa terbebani dengan tugas-tugas yang mereka terima.

Berikan reward atas prestasi yang dicapai

Salah satu cara yang bisa Anda pilih untuk meningkatkan komitmen karyawan yaitu dengan memberikan reward atas prestasi yang telah dicapai karyawan. Strategi ini cukup sering digunakan para pemilik perusahaan sebagai bagian dari penghargaan mereka terhadap kontribusi dan kerja keras yang diberikan karyawan terhadap perusahaan. Cara ini juga cukup efektif untuk mendorong semangat karyawan guna meningkatkan prestasi kerja mereka setiap bulannya.

Meningkatkan motivasi kerja karyawan

Ada kalanya motivasi kerja karyawan mengalami siklus naik turun seiring dengan tuntutan kerja yang mereka hadapi dan masa kerja yang telah mereka jalani. Terkadang karyawan mulai jenuh dengan tugas yang dikerjakannya setiap hari sehingga motivasi kerja mereka semakin berkurang dan mulai berpikir untuk mencari pekerjaan baru yang dirasa lebih menarik.

Untuk menghindari kondisi tersebut, sebaiknya lakukan evaluasi rutin pada karyawan Anda minimal sebulan sekali. Dengan adanya meeting evaluasi secara rutin, Anda bisa mengetahui problem apa saja yang dihadapi karyawan selama di lapangan, sehingga Anda bisa memberikan arahan untuk mengembalikan motivasi kerja mereka dan mencarikan jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para karyawan.
Keterbukaan antara karyawan dan atasan menjadi modal utama bagi sebuah perusahaan untuk memupuk komitmen dari karyawan. Semoga dengan kerjasama yang baik antara karyawan dan pihak perusahaan, bisa dihasilkan prestasi yang baik pula. Dengan komitmen yang kuat, kerjasama yang hebat, maka diharapkan akan mendatangkan omset yang melesat. Jangan pernah lelah untuk berkarya, teruslah berusaha dan salam sukses.

Sumber : BisnisUKM

Baca juga :

Pilih Jadi Karyawan atau Entrepreneur?

Jumat, 14 Oktober 2011

Nasi Bakar Pesanan Ibu Anie 15/10/11

 
"Mbak, saya pesen Nasi Bakar Teri Ayam Pedas untuk hari Sabtu (15/10/11) ya tapi jangan terlalu pedas soalnya banyak anak-anak kecilnya" ucap Ibu Anie seminggu yang lalu, beliau memilih menu Nasi Bakar karena menurut ibu Anie cukup praktis dan unik jika dihidangkan sebagai sajian Open House di rumah baru beliau di Bilangan Villa Bintaro Regency.
"Sang Primadona berkulit hijau kecoklatan " ini pun makin hari semakin banyak diminati pecinta kuliner. harga yang cukup terjangkau, rasa yang khas, dan kemasannya yang tradisional mudah-mudahan bisa menjadi salah satu icon kuliner Nusantara.





















Selasa, 04 Oktober 2011

5 Penyebab Kegagalan Pelaku UKM Mencapai Target

Mencapai target yang telah ditentukan pastinya menjadi impian besar setiap pelaku usaha. Baik target berupa omset penjualan dengan nominal tertentu maupun target berupa peningkatan kualitas usaha dari sisi internal dan eksternal, sering menjadi fokus utama pelaku usaha untuk mencapai puncak suksesnya. Sehingga wajar adanya bila setiap pelaku usaha berusaha menciptakan strategi dan trik-trik khusus untuk mencapai target yang telah mereka tentukan.
Meskipun setiap pelaku usaha telah menciptakan beberapa strategi dan rencana kerja untuk mencapai target-target bisnisnya, namun tidak sedikit dari mereka yang masih mengalami kegagalan dalam mencapai target tersebut.
Untuk menghindarkan para pelaku usaha, khususnya usaha kecil menengah (UKM) dari hal-hal yang menggagalkan pencapaian target. Berikut ini kami informasikan kepada Anda mengenai 5 penyebab kegagalan pelaku UKM mencapai target.

1. Partisipasi tidak 100%

Salah satu faktor penyebab kegagalan UKM dalam meraih target yaitu kurangnya partisipasi dari pemilik usaha, karyawan, serta pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam usaha tersebut. Apabila partisipasi yang diberikan tidak 100%, maka bisa dipastikan hasilnya pun tidak akan maksimal dan meleset dari target-target yang telah ditentukan. Sehingga wajar adanya bila ada istilah yang mengatakan bahwa " Tidak 100% sama halnya dengan 0 (Nol) besar."

2. Pesimis

Orang yang pesimis selalu menjalankan segala hal dengan penuh kebimbangan, keraguan, dan tidak yakin pada kemampuan yang dimilikinya. Hal ini tentu memberikan dampak negatif bagi kepercayaan diri seorang pelaku usaha, sehingga mereka bermental lemah, tidak pernah yakin dengan keputusan yang mereka ambil, tidak yakin dengan keberhasilan yang ingin mereka raih, hingga akhirnya mudah putus asa ketika menemukan sebuah hambatan di tengah perjalanan usaha.

3. "I know that ! "

Kodrat manusia yang sering merasa dirinya paling tau, ternyata menjadi salah satu penyebab kegagalan usaha yang mereka jalankan. Karakter pelaku usaha yang seperti ini biasanya sulit menerima masukan dari orang lain dan tidak mau belajar untuk meningkatkan wawasan maupun kemampuan mereka dalam memajukan usaha. Sehingga dengan bekal pengetahuan yang seadanya, akhirnya mereka membuat sebuah keputusan yang tidak jarang merugikan perusahaan yang dijalankannya.

4. "I don't care ! "

Menjalankan sebuah usaha tentunya menuntut pelakunya untuk bisa peduli dan mencintai pekerjaan yang sedang dijalankannya. Apabila sikap tidak peduli mulai muncul pada diri pelaku UKM, maka bisa dipastikan bila target yang telah ditentukan hanya akan menambah daftar kegagalan Anda dalam menjalankan sebuah usaha. Karena itu, pantau terus perkembangan usaha Anda, selesaikan segala masalah yang menghambat pertumbuhan usaha Anda, dan pastikan menyertakan passion dalam setiap kegiatan Anda.

5. "Let Just See ! "

Sebagian pelaku usaha cenderung pasrah dan kurang optimal untuk mencapai target yang telah dicita-citakannya. Mereka masih memakai pedoman "Program, rencana sudah kita buat, tapi ya sudah, kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya…." sehingga langkah-langkah yang mereka jalankan untuk mencapai target belum bisa maksimal.

Dengan menghindari 5 penyebab yang menggagalkan pencapaian target, diharapkan para pelaku UKM bisa lebih optimal dan termotivasi untuk terus berusaha memenuhi target yang telah ditetapkan. Lakukan perbaikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Lakukan dari yang terkecil, lakukan dari yang mudah, lakukan dari sekarang!Salam sukses.

Sumber : Bisnis UKM

Kamis, 15 September 2011

5 Alasan Gagal Menjadi Entrepreneur

Banyaknya anggapan yang salah dari masyarakat tentang entrepreneur, menimbulkan berbagai ketakutan dan keraguan dalam diri mereka untuk memulai usaha. Anggapan-anggapan tersebut juga menurunkan motivasi masyarakat untuk menjadi seorang entrepreneur, sehingga sebagian besar orang mengubur impiannya menjadi entrepreneur sukses dan lebih memilih posisi aman dengan bekerja.
Walaupun entrepreneur muda kini mulai bermunculan, namun masih banyak masyarakat yang selalu beranggapan bahwa membuka usaha itu sulit. Bahkan ada pula yang beranggapan bahwa pengusaha sukses biasanya juga berasal dari keluarga pengusaha, alias keahlian turun temurun.
Tahukah Anda, bahwa hal seperti itulah yang menjadi kendala terbesar bagi diri Anda untuk memulai usaha. Agar tidak terjebak dengan anggapan salah yang bisa menghalangi kesuksesan Anda, mari kita lihat 5 alasan gagal menjadi entrepreneur yang sering membuat Anda takut. Inilah beberapa anggapan salah masyarakat, yang menghambat Anda menjadi seorang entrepreneur :

1. Entrepreneur adalah keahlian turun-temurun.

Banyak orang beranggapan bahwa menjadi entrepreneur itu biasanya karena ada faktor keturunan. Karena mereka melihat banyak pengusaha yang sukses, merupakan anak atau saudara dari seorang entrepreneur juga. Padahal sebenarnya semua orang bisa menjadi seorang entrepreneur. Sebenarnya para pengusaha tersebut bisa sukses, karena mereka sudah terbiasa belajar bisnis sejak masih kecil. Bukan karena garis keturunan yang dimilikinya. Walaupun Anda bukan dari keluarga wirausaha, Anda juga bisa menjadi seorang entrepreneur sukses. Bila Anda memiliki tekad dan motivasi bisnis yang kuat.

2. Menjadi entrepreneur membutuhkan modal besar.

Modal usaha memang penting, tapi yang perlu diingat adalah tidak semua usaha membutuhkan modal besar. Banyak usaha yang dapat dimulai dengan modal kecil, seperti bisnis online, atau usaha rumahan dengan menjadi reseller produk. Kedua peluang usaha tersebut bisa dimulai dengan modal usaha yang relatif kecil, bahkan bisa dibilang usaha tanpa modal. Selain itu, modal uang juga bukan jaminan utama seorang entrepreneur bisa sukses. Masih ada modal lain yang dibutuhkan untuk menjadi seorang entrepreneur, seperti yang pernah kita bahas pada artikel "Apa saja kebutuhan modal untuk memulai usaha?" beberapa pekan yang lalu.

3. Entrepreneur bisa sukses, karena mendapat peluang bagus.

Keinginan seseorang untuk membuka usaha, sering terhambat karena mereka selalu berpikiran bahwa sebuah usaha bisa sukses karena adanya peluang bagus. Sehingga mereka hanya terus menunggu sampai peluang bagus itu datang menghampiri mereka. Padahal peluang usaha itu dicari, bukan hanya ditunggu. Peluang bagus itu sebenarnya berasal dari diri Anda sendiri, sebab peluang usaha bisa Anda ciptakan sendiri dari hobi maupun skill yang Anda miliki.

4. Entrepreneur merupakan bakat, dan tidak bisa dipelajari.

Jiwa wirausaha itu ada, bukan karena bakat semata. Keahlian dalam menjalankan bisnis bisa diperoleh dengan berbagai cara, misalnya saja mengikuti  pelatihan bisnis, seminar bisnis, atau membaca buku-buku dan majalah bisnis yang sekarang banyak beredar dipasaran. Asalkan ada tekad yang kuat, keahlian dan pedoman menjalankan bisnis dapat Anda kuasai dari proses belajar. Bukan hanya karena bakat dari dalam diri seseorang, karena orang berbakat pun tidak akan berhasil tanpa adanya latihan dan belajar.

5. Entrepreneur memiliki resiko usaha yang tinggi.

Resiko usaha yang cukup tinggi, juga menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan orang. Banyak orang beralasan takut memulai usaha, karena resikonya cukup tinggi. Ketahuilah, bahwa segala sesuatu itu ada resikonya. Bukan hanya entrepreneur saja yang memiliki resiko tinggi. Menjadi seorang karyawanpun juga memiliki resiko tinggi, misalnya saja resiko terkena PHK. Jadi hilangkan segala ketakutan yang ada dalam diri Anda, dan cobalah untuk membuat peluang baru dari setiap resiko yang dimungkinkan terjadi. Sehingga langkah Anda tidak berhenti begitu saja, dan harus berani berkembang untuk menjadi entrepreneur sukses guna menghilangkan resiko yang Anda takutkan.

Dari pembahasan diatas, Anda dapat mengetahui bahwa semua anggapan tersebut ternyata tidak benar. Dan yang paling penting adalah, sumber hambatan menjadi entrepreneur muncul karena adanya ketakutan Anda. Oleh karena itu, lawan rasa takut Anda dan mulailah menjadi seorang entrepreneur, untuk membuktikan bahwa semua sumber hambatan itu bisa diatasi. Semoga berhasil dan salam sukses.
Sumber : Bisnis UKM

Selasa, 13 September 2011

Pilih Jadi Karyawan atau Entrepreneur?

Pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu? Mungkin pertanyaan tersebut cukup sederhana, namun butuh banyak pertimbangan dan waktu yang cukup lama untuk menjawabnya. Sebagian orang menjawab jadi entrepreneur dirasa lebih enak, karena tidak terikat dengan banyak aturan seperti yang dialami para karyawan. Namun jangan salah, ada pula sebagian orang yang memilih jadi karyawan, sebab bisa mendapatkan penghasilan tetap dan resikonya lebih kecil. Alasan-alasan tersebut yang menjadi motivasi diri bagi banyak orang, sebelum akhirnya mereka memutuskan jadi karyawan atau entrepreneur.

Menjadi seorang karyawan maupun menjadi seorang entrepreneur, masing-masing memiliki keuntungan dan resiko yang berbeda. Ada sebagian orang yang berani mengambil resiko dengan memilih menjadi seorang entrepreneur, tapi ada juga sebagian orang yang belum berani mengambil resiko dan memilih posisi aman dengan menjadi seorang karyawan.

Lalu bagaimana baiknya? Agar Anda tidak salah memilih, berikut kami berikan sedikit informasi yang dapat Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan, sebelum akhirnya Anda pilih jadi karyawan atau entrepreneur?

Entrepreneur

Semakin hari jumlah entrepreneur di Indonesia semakin meningkat, hal ini menjadi salah satu bukti bahwa entrepreneur merupakan pekerjaan yang menyenangkan dan memberikan peluang yang menguntungkan bagi para pelakunya. Mengapa demikian? Sebab pekerjaan seorang entrepreneur tidak dibatasi oleh waktu maupun aturan. Dengan menjadi seorang entrepreneur, Anda bisa bebas menentukan pola kerja, bebas menentukan peluang usaha yang sesuai dengan minat dan bakat Anda, bebas menentukan target pendapatan yang diinginkan, serta bebas menentukan kebijakan yang terbaik bagi usaha Anda.
Bukan hanya  itu saja, berbagai peluang usaha yang dibangun, secara tidak langsung bisa membantu pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran yang semakin hari kian meningkat. Dan yang lebih penting lagi, kerja keras seorang entrepreneur juga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan gaji seorang pegawai.

Namun dibalik banyaknya keuntungan yang diperoleh, menjadi seorang entrepreneur juga memiliki resiko yang tidak sedikit. Misalnya saja resiko penghasilan yang tidak tetap, ada kalanya Anda untung besar namun ada kalanya pula Anda harus rugi karena omset usaha menurun.  Disamping itu, menjadi seorang pengusaha sukses juga tidak mudah, karena tidak ada jaminan pasti bahwa semua orang yang memulai usaha bisa sukses. Butuh modal dan strategi bisnis yang matang untuk memenangkan persaingan pasar yang ada, karena dalam dunia bisnis persaingannya sudah sangat ketat.

Karyawan

Lain halnya jika Anda memilih menjadi seorang karyawan, Anda berada pada titik aman karena resiko yang ditanggung tidak terlalu besar. Keuntungan menjadi seorang karyawan antara lain, Anda bisa mendapatkan gaji tetap, ada tambahan tunjangan pensiun, serta memiliki status sosial di masyarakat karena jabatan yang Anda miliki sebagai seorang karyawan di perusahaan tertentu.

Meskipun demikian, bukan berarti menjadi seorang karyawan tidak memiliki resiko. Karyawan juga memiliki resiko yang sewaktu-waktu menghadang, walaupun tidak sebesar resiko pelaku usaha. Misalnya saja resiko terkena PHK, penghasilan yang pas-pasan, serta terikat dengan peraturan perusahaan.
Resiko lain yang sering terjadi pada karyawan yaitu munculnya kejenuhan atau stress kerja karena tugas atau pekerjaan mereka sehari-hari. Selain itu menjadi seorang karyawan juga menyita banyak waktu, karena karyawan harus bekerja sesuai dengan batasan waktu yang telah ditentukan perusahaan. Tak heran bila sebagian dari karyawan tidak mengalami perkembangan, karena waktu mereka sudah habis di perusahaan tersebut.

Nah, setelah mengetahui informasi mengenai keuntungan dan resiko yang dihadapi para karyawan maupun entrepreneur. Berikutnya pilihan ada ditangan Anda!!!
Dan apapun pilihan Anda usahakan untuk selalu fokus dan total dalam menjalankannya. Karena tidak menutup kemungkinan, seorang karyawan pun bisa membuka peluang usaha sampingan di sela-sela kesibukan kerjanya. Semoga informasi tips motivasi bisnis pekan ini dapat memberikan inspirasi untuk menentukan kesuksesan Anda. Selamat mencoba dan salam sukses.

Sumber : Bisnis UKM

Senin, 12 September 2011

Menu Baru " Bakso Balungan "


Ayam Bakar Mbak Retno menyuguhkan menu baru yaitu " BAKSO BALUNGAN ", Bakso Sapi dengan tambahan Iga akan menambah kenikmatan bakso ini, bagi pelanggan yang belum mencoba bakso kami silahkan mampir dilokasi baru kami yaitu Jl Jalan Jombang Raya, Pertigaan arah Al-Azhar Shifa Budi.

Rabu, 26 Januari 2011

Peluang Usaha dengan Menjadi Mitra Usaha " Ayam Bakar Mbak Retno"

Dengan konsep "BERKEMBANG BERSAMA" Ayam Bakar Mbak Retno membuka peluang usaha dengan konsep  kemitraan untuk pembukaan cabang cabang baru.

Dengan slogan "Lebih Empuk dan Bermacam Rasa" kami hadir untuk dapat bersaing meramaikan usaha kuliner terutama menu Ayam Bakar yang mungkin belum pernah ada.

Kami memiliki menu menu spesial diantarannya Ayam Bakar Black Papper, Ayam Bakar Wijen, Ayam Bakar Pedas dll, ada juga menu lain yang tidak kalah unik yaitu Nasi Bakar Teri Ayam Pedas.

Untuk dapat menikmati ataupun bergabung dengan kami bisa dihubungi ke :

       *) Mbak Retno     : 021 32486784 / 0857 10103635
       *) Mas Andi         : 0812 1913182











Kami siap datang untuk menjelaskan secara detail mengenai peluang usaha ini.